Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Menggapaimu Lagi

Langit berderai malam itu Menyaksikan kawan yang kian menua Raganya rentan karna makian dan perbuatan Tak ada yang melihat ataupun mendengar   Gemercik air yang sampai di telatar Semuanya kebas tak tersisa kering Hanya bisa gemetar ? Sunyi tak bergeming   Apa karena telah terhanyut pilu? Atau terbelenggu waktu? Aku sudah tak bisa bermimpi Ataupun turun dengan aksi   Semua diseret mundur dengan paksa Lalu dikunci dengan tangan-tangan perkasa Maafkan aku dengan segala keras hati ini Karena tanganku tak sanggup lagi Memeluk tanah air sendiri   Namun, Kakiku akan terus berlari Mengejar engkau bumi pertiwi Hingga jemariku menyentuhmu lagi

Postingan Terbaru

Kaleng Kosong

Boneka

Hitam Putih

Dua Persimpangan

Like a Candle

Gadis buta

CRAZY

The Simple Mind

Wake up

SPARTA