Menggapaimu Lagi
Langit berderai malam itu
Menyaksikan kawan yang kian menua
Raganya rentan karna makian dan perbuatan
Tak ada yang melihat ataupun mendengar
Gemercik air yang sampai di telatar
Semuanya kebas tak tersisa kering
Hanya bisa gemetar ?
Sunyi tak bergeming
Apa karena telah terhanyut pilu?
Atau terbelenggu waktu?
Aku sudah tak bisa bermimpi
Ataupun turun dengan aksi
Semua diseret mundur dengan paksa
Lalu dikunci dengan tangan-tangan perkasa
Maafkan aku dengan segala keras hati ini
Karena tanganku tak sanggup lagi
Memeluk tanah air sendiri
Namun,
Kakiku akan terus berlari
Mengejar engkau bumi pertiwi
Hingga jemariku menyentuhmu lagi

Komentar
Posting Komentar