Kaleng Kosong
Ingatanku kembali ke masa itu
Masa penantian yang tak kunjung usai
Meski detak waktu terus berjalan
Meski mawar telah layu
Dirimu tetap menunggu
Di persimpangan jalan yang sepi
Gemiris hujan yang membasahi jaketmu
Hanya tatapan kosong terlihat di matamu
Tak bergeming sedikit pun
Menunggu denting receh jatuh di kalengmu
Kenapa
Kenapa hanya senyum manis yang kau tampakkan
Mereka hanya iba
Memandang rendah dirimu
Tak mengerti apa-apa
Apa mereka mendengar jeritan hatimu?
Apa mereka mengembalikan yang pernah menjadi milikmu?
Sedikit saja, apa mereka masih memikirkan dirimu?
Ataukah mereka tau berapa banyak kaleng yang tergeletak di persimpangan sebelumnya?
Komentar
Posting Komentar